Faktor Penyebab Telur Ayam Gagal Menetas Saat Proses Penetasan


Faktor penyebab telur ayam gagal menetas saat proses penetasan - Penggunaan inkubasi atau mesin tetas telur dalam beternak unggas sangat membantu mempercepat jumplah produksi yang dihasilkan. Namun penetasan yang dilakukan dalam inkubasi juga hurus diperhatikan. Terutama kelembaban, suhu serta fentilasi dalam mesin tetas untuk mendapatkan udara yang cukup, agar kegagalan dalam menetaskan telur tidak akan terjadi.

Kelembaban didalam inkubasi adalah 55 sampai 60%, dan ini sudah cukup untuk fase penetasan terhadap telur yang bercangkang lunak seperti telur ayam. Untuk mendapatkan kelembaban dalam meain tetas cukup menggunakan bak kecil yang berisi air. Untuk menaikkan atau menurunkan kelembaban agan bisa menambahkan air untuk meningkatkan kelembaban, dan mengurangi air untuk mengurangi kelembaban. Lebih baik jika saat mengukur kelembaban inkubasi dengan menggunakan hygrometer.

Untuk suhu ideal dalam inkubasi yaitu 37° sampai 39° celcius. Agan bisa mengukur suhu dalam inkubasi menggunakan thermometer. Perlu aga ketahui bahwa suhu dalam mesin tetas telur adalah syarat paling utama untuk menetaskan telur telur tersebut. Jika agan ingin mendapatkan suhu antara 37° - 39° dengan cara otomatis, agan bisa menggunakan thremostat untuk mengatur suhu secara otomatis. Jika agan kesulitan mencari benda tersebut. Agan bisa mengatur suhu secara manual menggunakan dimmer.

 Faktor penyebab telur gagal menetas masa penetasan

Nah seperti judul artikel kali ini saya akan mengulas faktor - fakto penyebab telur ayam gagal menetas saat proses penetasan, antara lain adalah sebagai berikut:

Kelembaban terlalu tinggi
Jika kelembaban dalam mesin tetas terlalu tinggi maka anak ayam yang menetas akan lengket dan lembek, karena banyaknya cairan yang masuk dalam telur melalui pori pori yang membuat laju penguapan air menjadi terhambat, dan timbunan air yang terdapat pada telur juga akan menyebabkan telur gagal menetas.

Kelembaban terlalu rendah
Untuk kelembaban yang terlalu rendah maka akan menyebabkan embrio mengalami dehidrasi dan kekurangan cairan yang ada di dalam telur. Semakin rendah kelembaban dalam ruang mesin tetas, maka akan semakin keras cangkang telur tersebut. Dan anak ayam akan kesulitan untuk memecahkan cangkangnya.

Subu terlalu tinggi
Jika suhu dalam mesin tetas terlalu tinggi maka akan menyebabkan anak ayam kesulitan untuk mencari titik kerambah yang akan diretakkan karena tubuh anak ayam menempel pada membran kerambah akibat kekeringan karena kekurangan air. Jika anak ayam melakukan kegagalan dalam meretatkan kerabahnya karena dehidrasi. Maka hal hal yang tidak diingankan mungkin saja terjadi.

Suhu terlalu rendah
Jika suhu terlalu rendah maka tingkat resiko yang paling tinggi pada usia 18 - 21 hari akan menyebabkan anak ayam kesulitan untuk mematuk cangkangnya. Dan anak ayam akan terlambat menetas. Namun telur akan gagal menetas jika anak ayam kehabisan oksigen setelah tidak mampu melepaskan diri dari kerabahnya.

Demikian artikel dari saya mengenai faktor penyebab telur ayam gagal menetas masa penetasan. terimakasih sudah meluangkan waktu untik membaca artikel diatas, semoga sedikit informasi diatas dapat bermanfaat biat agan. Kunjungi juga www.bangkokterbaik.online untuk membaca artikel menarik lainnya. Mohon maaf bilamana ada kesalahan. Salam satu hobi.

Penyebab kegagalan telur ayam mematuk cangkangnya pada usia 21 hari



0 Response to "Faktor Penyebab Telur Ayam Gagal Menetas Saat Proses Penetasan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel